Mencintai Indonesia, Mengkritik Kekuasaannya

oleh -15 Dilihat

Oleh: Yudi Latif, Pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan

Di ruang-ruang percakapan publik, kita kerap menjumpai orang yang tampak begitu keras mengkritik negeri ini. Kata-katanya tajam, nadanya getir, bahkan kadang terdengar seperti kemarahan yang tak bertepi. Tidak sedikit yang buru-buru menyimpulkan bahwa mereka telah kehilangan rasa cinta kepada Indonesia.

Benarkah demikian?

Saya justru melihat kenyataan yang lebih rumit. Banyak di antara mereka sesungguhnya tidak membenci Indonesia. Yang mereka tolak adalah berbagai penyimpangan yang dilakukan atas nama Indonesia. Mereka tidak memusuhi tanah air yang diwariskan para pendiri bangsa, melainkan kecewa terhadap praktik kekuasaan yang menjauh dari cita-cita kebangsaan.

Sebab bangsa dan pemerintah bukanlah pengertian yang sama.

Baca Juga  Polda Maluku Siapkan Pemusnahan UXO Peninggalan PD II yang Ditemukan di Lokasi PSN Blok Masela

Pemerintah adalah penyelenggara amanat yang datang dan pergi mengikuti putaran waktu. Indonesia jauh melampaui itu. Ia adalah rumah bersama yang dibangun oleh sejarah, dipersatukan oleh pengorbanan, dan diwariskan kepada setiap generasi sebagai titipan yang harus dirawat.

Karena itulah, mencintai Indonesia tidak identik dengan membenarkan segala tindakan mereka yang sedang memegang kekuasaan.

Ada saat ketika cinta justru meminta keberanian untuk mengatakan bahwa ada yang keliru.

No More Posts Available.

No more pages to load.