Menelaah Sejarah dan Tradisi Kuliner Tidore Lewat Film “Hula Keta

oleh -76 views

Porostimur.com, Malang – Sejumlah cara bisa dilakukan untuk mengangkat khazanah sejarah pangan Indonesia di berbagai daerah.

Termasuk melalui film dokumenter seperti yang difasilitasi oleh Dana Indonesiana Kemdikbudristek RI dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Karavan Cendekia, Jalak Lawu, dan Universitas Negeri Malang.

Kerja sama lintas lembaga itu berhasil mengemas historis sagu yang ada di Pulau Maluku dalam film dokumenter berjudul Hula-Keta: Bukan Maluku Tanpa Sagu.

Produser Pelaksana FX Domini BB Hera menjelaskan, alasan pembuatan di latar belakangi masih minimnya sagu dalam narasi sejarah terkait Pulau Maluku. Selama ini, pulau tersebut tersohor hanya karena lumbung komoditas rempah-rempah dunia hingga mengundang pelaut-pelaut merapat ke sana.

Baca Juga  Dinas Perpustakaan Kota Ambon Gelar Bimtek

Padahal dalam proses perniagaan remah-remah ada peran sagu yang sangat penting.

“Sagu memainkan peranan sentral yang membuat pelaut Spanyol maupun Portugal bertahandua abad lantaran turut mengkonsumsi sagu sebagai pangan lokal setempat,” kata BB Hera kepada Tribunnews.com lewat keterangan tertulis, Minggu (19/3/2023).

Pria yang akrab disapa Sisco itu melanjutkan, film ini berdasarkan temuan-temuan riset arsip, kartografi (ilmu peta), bahasa, sejarah, literatur hingga studi lapangan mengenai sagu dan tradisi teknik pengolahannya.