Mengenal 3 Model Stigma yang Wajib Banget Kita Hindari

oleh -38 views

Porostimur.com, Ambon – Stigma adalah taraf tertinggi dalam sebuah pengucilan sosial, yang di bawahnya masih ada stereotipe dan prasangka sosial. Prasangka sosial masih bisa ditolerir karena ada prasangka yang positif. Stereotip lumayan perlu dihindari karena dominan negatif. Nah, yang stigma ini yang seratus persen negatif yang bener-bener harus kita hindari.

Pasalnya, melalui stigma ini sudah bisa melangkah jauh menjadi diskriminasi pada kelompok tertentu yang terstigmatisasi. Tentu ini sangat mengganggu stabilitas masyarakat, menggagu keharmonisan sosial, khususnya bagi masyarakat seperti Indonesia yang hari-hari berita konflik sudah jadi makanan pokok.

Saya menukil dari seorang sosiolog Amerika, Erving Goffman namanya, melalui buku terkenalnya “Stigma: Notes on the Management of Spoiled Identity.” Melalui karya itu, jika disampaikan secara sederhana stigma merupakan wujud pengurangan identitas sosial, menganggap buruk seseorang, bahkan mendiskualifikasi orang tersebut dari lingkungan sosial sekitarnya. Intinya mereka yang terstigma adalah mereka yang terkucilkan dari dunianya.

Baca Juga  Tiga Sajak Firman Wally

Lantas ada apa saja bentuk stigma? Goffman menjelaskan sekurang-kurangnya ada tiga bentuk stigma, yang tentu saja tiga-tiganya wajib kita hindari.

No More Posts Available.

No more pages to load.