Mengenal Benteng Defensie di Pulau Buru

oleh -426 views

Porostimur.com, Ambon – Maluku memiliki banyak jejak peninggalan sejarah. Termasuk jejak kolonialisme di wilayah itu.

Salah satu peninggalan sejarah di Maluku yang masih bertahan adalah Benteng Defensie di Pulau Buru.

Berikut uraian tentang Benteng Defensie di Pulau Buru, peninggalan prasejarah di Maluku, dikutip Nusantara62 dari buku Jejak Peninggalan Sejarah Purbakala di Kepulauan Maluku, terbitan Balai Pelestarian Cagar Budaya Ternate, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2009):

Pada tahun 1657, terdapat sebuah benteng yang terletak di dekat Pelabuhan Pulau Buru yang bernama Mandarsjah, pada titik koordinat geografis (Zona UTM 52 S) x: 0290452; dan y: 9625642.

Dinding-dinding Benteng Defensie di Pulau Buru dibangun dengan material berbahan kayu.

Baca Juga  Ribuan Alumni dan Warga Semarakkan Jalan Santai Mubes IKA Unidar Ambon, Ketua Panitia Apresiasi Dukungan Semua Pihak

Pada tahun 1661, Simon Cos membangun kembali Benteng Defensie tersebut dan mengganti materialnya dengan bahan batu karang dan batu alam dan menamainya Cosburg, yang kemudian diganti lagi menjadi Fort Oostenburg.

Pada tahun 1689, ketika Gubernur Dirk de Haas datang ke Pulau Buru, gudang mesiu benteng ini meledak dan menghancukan redoubt tersebut.

Kemudian untuk sementara, bangunan ini dibangun kembali benteng kayu yang diberi nama Benteng Defensie.