Pasalnya, sejumlah penelitian menyebut kafein dapat meningkatkan risiko bayi lahir dengan bobot tubuh yang lebih ringan. Sedangkan untuk wanita yang menyusui, Psota merekomendasikan tidak lebih dari 200 miligram kopi, atau dua cangkir per hari, karena kafein dapat terkonsumsi oleh bayi melalui ASI.
Remaja juga dianjurkan untuk membatasi jumlah kopi harian. Dokter anak dari Columbia University Irving Medical Center, dr David Buchholz, mengatakan tidak ada jumlah kafein yang sehat untuk dikonsumsi para remaja.
Hanya saja dalam beberapa tahun terakhir, banyak brand yang memproduksi minuman energi berkafein untuk para remaja. Terkait hal itu, Buchholz menyarankan batasan kafein harian untuk para remaja tidak lebih dari 100 miligram, atau sekitar satu cangkir kopi.
“Jika remaja minum satu cangkir kopi dan dia merasa baik-baik saja, keluarganya juga tidak masalah, dan dia tidak mengalami efek samping, maka mungkin tidak ada salahnya. Tapi bermacam-macam orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda-beda. Jadi jika seseorang mengeluhkan susah tidur di malam hari, maka hal pertama yang akan saya lakukan adalah menghindari kafein,” paparnya.
sumber: detikhealth









