Di sisi lain, sistem baru ini bisa mendorong partai besar untuk lebih inovatif dalam menjaring figur pemimpin berkualitas, memperkuat strategi politik mereka, serta memperhatikan aspirasi masyarakat yang lebih luas.
Hal ini akan menciptakan dinamika politik yang lebih kompetitif dan demokratis di masa depan.
Namun, partai-partai besar tetap memiliki keunggulan dalam hal infrastruktur politik, sumber daya manusia, dan dana kampanye dibandingkan partai kecil.
Keputusan ini juga dapat mendorong partai-partai untuk lebih fokus pada kaderisasi dan pembangunan basis dukungan yang kuat.
Tanpa aturan threshold, partai harus benar-benar memilih kandidat yang mampu bersaing berdasarkan kualitas, bukan hanya strategi koalisi politik.
Dalam jangka panjang, penghapusan ambang batas dapat menjadi katalisator bagi reformasi politik yang lebih luas. Demokrasi Indonesia memiliki peluang untuk menjadi lebih kompetitif dan inklusif.
Namun, keberhasilan sistem tanpa threshold sangat bergantung pada literasi politik masyarakat, keadilan dalam regulasi pemilu, serta komitmen semua pihak untuk menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi.
Literasi Politik
Peran literasi politik menjadi sangat penting kaitannya dengan penghapusan batas pencalonan prediden.









