Bisa dibayangkan berapa banyak kandidat dalam kontestasi pemilihan presiden yang diusung oleh seluruh partai politik peserta pemilu?
Oleh karena itu, literasi politik yang memadai akan membantu masyarakat atau pemilih untuk memahami perbedaan, mengevaluasi para kandidat, dan membuat pilihan yang lebih bijaksana.
Dengan penghapusan ambang batas, pemilih akan dihadapkan pada lebih banyak informasi yang perlu dipahami. Ada kemungkinan kontestasi politik akan menjadi lebih kompleks, dengan lebih banyak calon dari berbagai kelompok atau ideologi.
Literasi politik memungkinkan pemilih untuk menyaring informasi yang benar dan relevan, sehingga mereka tidak terjebak dalam janji-janji kosong atau narasi populis.
Selain itu, literasi politik berperan penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Ketika lebih banyak calon yang muncul, masyarakat perlu memahami dampak dari pilihan politik yang diambil, baik dalam jangka pendek maupun panjang.
Pemilih dengan literasi yang baik akan lebih cerdas dalam menilai visi, misi, dan rekam jejak dan pengalaman calon presiden, serta memahami bagaimana setiap calon berpotensi memengaruhi sistem pemerintahan dan kebijakan publik.
Dalam konteks penghapusan ambang batas, literasi politik bukan hanya tentang memahami siapa calon-calon yang ada, tetapi juga bagaimana mereka berinteraksi dengan sistem politik yang lebih luas.









