Nama Anak Kapolri Disebut dalam Aksi Pembebasan 11 Warga Maba Sangaji di Ternate

oleh -2 Dilihat

Porostimur.com, Ternate – Aksi solidaritas untuk membebaskan 11 warga adat Desa Maba Sangaji yang ditahan karena memprotes tambang PT. Position, kini memasuki babak baru. Nama anak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo ikut terseret dalam tuntutan massa yang berunjuk rasa di Kota Ternate, Rabu (6/8/2025).

Dengan membawa spanduk bertuliskan “Bebaskan Masyarakat Adat Maba Sangaji Tanpa Syarat” serta poster tajam lainnya seperti “Jika Tidak, Maluku Referendum 100 Persen”, para pengunjuk rasa menuding adanya keterlibatan elite nasional dalam konflik tambang yang mencederai hak-hak masyarakat adat di Halmahera Timur.

Dugaan Keterlibatan Anak Kapolri dan Kritik terhadap Pasal 162 Minerba

Koordinator aksi, Mujahid Sahidi, menyampaikan orasi yang menggemparkan. Ia menyebut PT. Position—perusahaan tambang yang beroperasi di wilayah adat Maba Sangaji—memiliki kaitan langsung dengan anak Kapolri. Bahkan, menurut Mujahir, perusahaan tersebut diduga memiliki kaitan dengan anak orang nomor satu di kepolisian.

Baca Juga  13 Sekolah Elpaputih Kembali ke SBB, DPRD Pasang Badan Kawal Aset hingga Tapal Batas

“Dalam kajian data yang kami kantongi, diduga anak kapolri memiliki kedudukan atau posisi strategis di PT. Position. Sehingga aparat seperti hanya patuh pada elite, bukan pada hukum dan keadilan,” tegas Mujahid kepada wartawan di depan Polda Maluku Utara.

Mujahid juga menyebut penangkapan 11 warga adat pada 18 Mei 2025 sebagai bentuk kriminalisasi yang dirancang secara sistematis untuk membungkam protes masyarakat terhadap kerusakan lingkungan.

No More Posts Available.

No more pages to load.