Di Manila, Uci tiga kali bermain sebagai starter. Dalam percakapan whatsapp, Uci mengaku amat bangga saat mengenakan jersey Merah Putih. Moment pertama nan menggetarkan ini di dapat saat laga melawan Malaysia di Jose Rizal Memorial Stadium di Manila. “Saya menangis bangga saat menanyikan lagu Indonseia Raya”, tulisnya. Saat saya tanya, apa keinginannya setelah ada di posisi ini?. Ia spontan menjawab, hanya ingin membuat bangga kedua orang tuanya dan keluarga serta pelatih di SSB Cordoba. Ia mengakui banyak tantangan dan butuh kerja keras. Namun proses belajar itu akan dijalaninya tanpa keluhan.
Uci mengaku mengidolai Cristiano Ronaldo dan Alex Morgan. Ia bermimpi kelak bisa mengikuti jejak Alex. Perempuan bernama lengkap Alexandra Morgan Carrasco ini adalah penyerang utama Tim Nasional Amerika. Alex yang kini bermain untuk Orlando Pride telah dua kali membawa Amerika jadi juara dunia sepakbola wanita FIFA di tahun 2015 dan 2019. Jejaknya sungguh mentereng karena terpilih masuk Tim Nasional saat masih berusia 17 tahun. Tak heran, jika Uci ingin berkarir di Eropa sebagaimana seniornya, Shalika Aurelia Viandrisa yang kini bermain untuk AS Roma di Italia.
Sepakbola menurut Uci saat ini sangat terbuka dan memiliki prospek yang cerah. Tak lagi dominan dikuasai kaum lelaki. Karena itu, Ia juga berkeinginan agar sejawatnya mau memilih untuk jadi pesepakbola. “Jangan ragu untuk berkarir sebagai pesepakbola wanita. Harus yakin pada kemampuan diri, fokus berlatih dan jangan mudah menyerah. Kita juga harus belajar menerima hasil dan terus berproses karena semua pasti ada jalannya”, katanya meyakinkan.










