Negara Tanpa Negarawan

oleh -177 views

Oleh: Yudi Latif, Pemikir Kebangsaan dan Kenegaraan

Saudaraku, dari demonstrasi ‘Indonesia Gelap’ terpancar kenangan dan impian tentang Indonesia bercahaya. Tentang masa lalu yang penuh gagasan besar, tentang masa depan yang penuh harapan. Tentang pemimpin tercerahkan yang luas wawasan, kaya hati, cakap bertindak. Tentang para negarawan yang menyalakan cahaya keteladanan, bukan sekadar politisi yang mengejar ambisi.

Dulu, ucapan para pemimpin adalah janji yang diikat dengan kehormatan. Kini, kata-kata melayang seperti daun kering dan rapuh; lekas jatuh sebelum sempat melahirkan buah. Kursi-kursi kekuasaan semakin kerap dan rampak, tetapi jembatan menuju hati rakyat semakin renggang.

Paceklik negarawan bukan sekadar kekurangan figur, tetapi hilangnya jiwa yang memimpin dengan cinta pada rakyat dan ibu Pertiwi, bukan cinta pada kekuasaan. Bukan sekadar hilangnya sosok, tetapi meredupnya nyala keberanian, kecakapan dan ketulusan melayani rakyat.

Kita melihat panggung yang penuh suara, tetapi kosong makna. Kata-kata yang terucap sering kali berakhir sebagai gema hampa, tak menyentuh akar masalah, tak menyembuhkan luka bangsa.

Baca Juga  Golkar Desak Pelaku Penikaman Nus Kei Dihukum Berat

Di tengah hiruk-pikuk ambisi, nilai luhur seperti keadilan dan kebijaksanaan menjadi barang langka. Kepentingan pribadi dan golongan berkelindan, menutupi pandangan akan tujuan besar: kebahagiaan rakyat.

No More Posts Available.

No more pages to load.