“Tetapi saya juga mengatakan sesuatu yang lain, saya katakan tidak masuk akal bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah telah menahan senjata dan amunisi untuk Israel,” ungkap Netanyahu.
Pemimpin Israel itu menekankan peningkatan aliran senjata AS akan membantu mengakhiri perang dengan Hamas. “Selama Perang Dunia II, (Winston) Churchill mengatakan kepada Amerika Serikat, ‘Berikan kami alatnya, kami akan menyelesaikan pekerjaan itu.’ Dan saya katakan, berikan kami alatnya dan kami akan menyelesaikan pekerjaan itu jauh lebih cepat,” ujar dia.
Netanyahu dilaporkan telah memberi tahu Menteri Pertahanan Yoav Gallant dan pejabat tinggi lainnya untuk memastikan transfer senjata dilanjutkan sepenuhnya selama pertemuan mendatang dengan rekan-rekan Amerika di Washington pekan ini.
Presiden AS Joe Biden telah berulang kali memperingatkan Israel bahwa dia akan menghentikan pengiriman senjata karena situasi di Rafah, tetapi terlepas dari peringatan tersebut, pemerintahannya dilaporkan terus mengalirkan senjata dan amunisi.
Menurut laporan Wall Street Journal, AS melanjutkan transfer amunisi dan kendaraan militer senilai USD1 miliar untuk Israel pada Mei, bulan yang sama saat AS menghentikan pengiriman bom.









