Porostimur.com, Gaza – Hamas mengumumkan kesiapannya membubarkan pemerintahan yang selama hampir dua dekade mengelola Jalur Gaza. Langkah tersebut diklaim sebagai bagian dari implementasi rencana gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dan membuka jalan bagi pemerintahan transisi yang dipimpin komite teknokrat Palestina.
Pengumuman itu disampaikan Direktur Jenderal Government Media Office (GMO) Hamas, Ismail al-Thawabta, pada Senin (6/7/2026). Ia menegaskan seluruh persiapan administratif dan hukum telah dilakukan untuk menyerahkan kewenangan pemerintahan kepada National Committee for the Administration of Gaza (NCAG).
Menurut al-Thawabta, sekitar 60.000 aparatur sipil yang selama ini bekerja di pemerintahan Gaza tetap akan menjalankan tugasnya di bawah kepemimpinan NCAG.
“Semua karyawan yang bekerja dalam penyediaan layanan adalah pegawai negara dan sepenuhnya siap bekerja di bawah Komite Nasional Administrasi Gaza,” ujarnya.
Hamas juga meminta para mediator internasional segera mendorong Israel memberikan akses kepada NCAG agar dapat memasuki Gaza dan menjalankan fungsi pemerintahan sipil.
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menyebut keputusan tersebut merupakan bagian dari implementasi kesepakatan gencatan senjata.









