Netanyahu Tutup Jaringan Media Al Jazeera di Israel, Dianggap Saluran Penghasut

oleh -16 views

Porostimur.com, Tel Aviv – Israel telah memerintahkan penutupan Al Jazeera di negaranya, sebuah tindakan yang oleh jaringan berita yang berbasis di Qatar tersebut sebagai tindakan kriminal.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam sebuah postingan di X, bahwa pemerintahan yang dipimpinnya dengan suara bulat memutuskan saluran penghasut Al Jazeera akan ditutup di Israel.

Juru Bicara PM Israel untuk hubungan dengan dunia Arab Ofir Gendelman mengatakan pada Minggu (5/5/2024), bahwa keputusan tersebut akan segera dilaksanakan.

Dalam sebuah postingan di X, Gendelman mengatakan bahwa peralatan penyiaran jaringan tersebut akan disita, dan koresponden saluran tersebut akan dilarang bekerja. Saluran Al Jazeera akan dihapus dari perusahaan televisi kabel dan satelit Israel. Kemudian situs web Al Jazeera akan diblokir di Internet negara zionis itu. 

Baca Juga  Kronologi Penangkapan 3 ASN Maluku Utara Pakai Sabu di Cempaka Putih Jakarta

Dilaporkan, penyedia saluran kabel Israel berhenti menyiarkan jaringan Al Jazeera pada Minggu sore.

Gendelman mengutip perkataan Netanyahu bahwa, wartawan Al Jazeera merugikan keamanan Israel dan menghasut tentara IDF. “Ini saatnya untuk mengusir corong Hamas dari negara kita,” ujarnya.

Video yang diperoleh CNN menunjukkan, polisi Israel didampingi agen Badan Keamanan Israel memasuki kantor penyiaran Al Jazeera di Yerusalem pada hari Minggu.

No More Posts Available.

No more pages to load.