HMI juga difitnah sebagai anak kandung Masyumi, Islam radikal, menolak Soekarno sebagai pemimpin besar revolusi (Pembesrev), anti revolusi, antek imperialis, dan sekeranjang fitnah agar Presiden Soekarno membubarkan HMI, seperti Partai Masyumi dan GPII yang telah diperintah untuk bubar.
Menghadapi situasi gawat ini, PB HMI membuka jalan ke istana. Melakukan komunikasi politik untuk memberikan informasi banding atas fitnah PKI ke Soekarno. Salah satunya melalui menteri Pak Roeslan Abdulgani, Sucipto, dan menteri Syarif Tayeb.
Sampai kemudian Presiden Soekarno bersedia menjadi instruktur memberikan materi di kegiatan perkaderan HMI meningkatkan militansi yang progresif revolusioner di seluruh Indonesia. Dan HMI mengakui Presiden Soekarno sebagai Pembesrev. Tapi sebagai kompromi politiknya, HMI Cabang Jember dibekukan akibat kasus Utrect. Pak Asri Harahap (ketum cabang) marah menyalahkan PB HMI. Ya itulah kompromi politik. Mau apa lagi.
Aksi Solidaritas Bela HMI
Solidaritas membela HMI agar jangan dibubarkan datang dari PII dan Generasi Muda Islam (Gemuis) yang dikomandani GP Anshor, Pak Yusuf Hasyim. “Langkahi mayatku sebelum membubarkan HMI” dari kader PII menjadi energi yang mengobarkan semangat perjuangan kader HMI. Dari PMKRI juga membela HMI.









