Orang Suwom,  Benteng Tanah Rampa Yang Tak  Goyah

oleh -330 views

Rumput jarum yang hijau di jalan kampung bagai menyapa, mengucapkan selamat datang kepada siapa saja.  Suwom memang selalu menawarkan pesona dari keindahan natural.

Sebuah musola kecil nampak berdiri di tengah deretan rumah.  Sebagian rumah beton itu, dihuni pemiliknya.  Sebagian lagi, tinggal kosong, merana begitu saja.

Seorang perempuan tua, terlihat paling pertama di Suwom.  Ia berjalan pelan dengan langkah kaki yang masih kukuh.  Keranjang saloy, terbawa di punggung. Saloy itu kosong. 

“Abis bajual hasil kabong di lao,” kata nenek sekenanya, lalu masuk ke dalam rumah.

Tidak banyak yang bisa dikorek dari sang nenek.   Untung ada Abid Al-Bahar (35), pemuda Suwom.

Abid sudah berumah tangga.  Dia pun pindah dari Suwom ke Dowora.  Di sana, Abid dipercayakan sebagai Ketua Pemuda Kelurahan Dowora. 

Baca Juga  Dies Natalis ke-56, Fakultas Teknik Unpatti Tegaskan Komitmen Inovasi dan Kolaborasi

Bukan lantaran jabatan itu, Abid diwawancara untuk tulisan ini.  Abid adalah saksi mata yang mengetahui persis masa-masa sulit perjuangan orang Suwom di bawah pimpinan Bahar Ibrahim, Ketua RT 004 atau kepala kampung Suwom.    

 “Bapak saya almarhum Bahar Ibrahim menjabat ketua RT dari zaman kepemimpinan Presiden Soeharto hingga Presiden Jokowi periode pertama,” ungkap Abid. 

No More Posts Available.

No more pages to load.