Bumi berputar, zaman berganti. Kini Kampung Suwom dipimpin Ketua RT Ade Samsudin (55)
Diungkapkan, selama kepemimpinan Wali Kota Achmad Mahifa dan Capt. H. Ali Ibrahim, akses jalan ke Suwom belum tersentuh dan sampai sekarang aspal jalan belum sampai di kampung.
“Informasi yang saya dapatkan, bahwa jalan di dalam kampung sudah diukur oleh Dinas PU Kota Tidore Kepulauan yang sudah berulang kali tetapi sekarang belum ada pekerjaan,” ujar Ade.
Kehidupan orang-orang Suwom sangat jauh dari perhatian publik. Menurut Ade, kini tersisa tujuh kepala keluarga atau 30 jiwa. Warga yang tinggal di Suwom berusia 20-30 tahun dengan pekerjaan sebagai petani.
Meskipun tinggal sedikit, inilah benteng pertahanan terakhir orang Kalaodi di Suwom. Mereka tetap hidup bersama sumber daya alamnya dan merawat nilai tata krama, adat, dan budaya dengan penuh hormat.
Akses jalan dan listrik bukan lagi masalah. Sikap dan pengetahun dalam menjaga alam menjadi penting. “Bobeto” sebagai sarana dan cara menghormati alam serta bersyukur kepada Tuhan menjadi pijakan. Terlebih lagi, ada isu pertambangan akan masuk ke wilayah ini.
Bagaimanapun, mereka yang bertahan menjaga Tanah Suwom, hari ini, telah menjadi benteng terakhir yang tabah. Merekalah penentu masa depan Suwom. Tetap bertahan agar lestari atau terhapus dari peta dunia. (***)








