“Untuk itu, biarkan seperti biasa proses pelayanannya, walaupun kuotanya dapat disesuaikan,” ungkapnya.
Menurutnya, terkait subsidi BBM yang diprogramkan oleh pemerintah daerah ini, jatah subsidi tersebut diambil juga dari SPBU yang ada.
“Ini kan sama saja. Misalnya, pemerintah daerah mengalokasikan dana untuk subsidi dari kuota yang ada di SPBU. Sesuai data yang kami punya, bahwa penjualan per hari sebanyak 6 ton. Hal itu, dikarenakan tingkat penggunaan BBM dia melebih kuota yang tersedia di SPBU,” tukasnya.
Ketua Organda Tikep Amir membenarkan apa yang disampaikan oleh kedua pengemudi angkot.
“Terkait dengan penyesuian tarif ini, torang paham. Bahwa bikin sesuatu harus pakai regulasi, namun harus pakai indikator lain menjadi kebutuhan kami, tetapi ada persoalan lain yang kami hadapi,” ungkap saat tatap muka secara terbuka dengan wali kota, Kamis (15/9/2022).
Menanggapi tuntutan Organda dan para sopir angkot, Wali Kota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim mengatakan bahwa BBM jenis petralite ini awalnya sebanyak 120 ton dan turun menjadi 100 ton.
“Kami akan mempertimbangkan, jangan sampai tanggal 1-20 dia habis. Terkait dengan kuota BBM, harus di atur dalam pembagian waktu,” katanya.
Ali bilang, dalam penyesuaian tarif ini, harus dinaikan dalam bentuk kewajaran dengan catatan jangan terlalu tinggi dan rendah.











