Brazil adalah penghasil kedele terbesar di dunia. Apakah kedele mereka ditanam militer? Ya nggak juga!
Bahwa militer akan membawa kita pada swasembada pangan itu jelas slogan kosong! Tidak ada buktinya dimana pun juga.
Swasembada pangan itu akan dibikin oleh para petani profesional. Syaratnya cuma satu: berikan insentif agar bertani itu adalah salah satu cara untuk menjadi makmur! Biarkan para petani menjadi pencipta-pencipta kemakmuran. Jika bertani bisa memakmurkan orang — apapun definisinya maka akan semakin banyak orang bertani dan semakin inovatif dunia pertanian ini. Hasil pun akan semakin melimpah per hektarnya.
Dalam neraca pembukuan negara, militer itu adalah sisi pengeluaran. Kita invest pada militer. Kita mengeluarkan uang untuk alutsista, seragam, hingga ke sempak mereka! Tujuannya? Untuk memberikan pertahanan negara kita.
Dengan logika ini, sesungguhnya dengan menyuruh tentara bertani, kita sebenarnya memperbesar pengeluaran untuk militer. Uang yang mereka pakai untuk bertani — dengan segala macam kebutuhan yang jelas sekali tidak efisien karena mereka bukan petani profesional — itu uang dari pajak kita.
Hasil pertanian militer, mudah diduga, tidak akan pernah seimbang dengan pengeluarannya. Saya berani mengatakan demikian hanya dengan simulasi sederhana di atas.









