Pala Super Jadi Andalan Ekonomi Warga Yatoke, Satu Keluarga Bisa Miliki 200 Pohon

oleh -13 Dilihat
Di tengah keterbatasan akses ekonomi di wilayah kepulauan, kebun menjadi salah satu aset paling penting bagi masyarakat Desa Yatoke, Kecamatan Babar Timur, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD).

Petani Butuh Pasar, Bukan Sekadar Produksi

Bagi masyarakat Yatoke, peningkatan produksi tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diikuti akses pemasaran yang memadai.

Karena itu, warga berharap ada pembeli atau pelaku usaha yang bersedia datang langsung ke sentra produksi di Yatoke dan membangun hubungan perdagangan yang berkelanjutan dengan petani.

Akses pasar secara langsung diharapkan dapat memberikan kepastian penyerapan hasil sekaligus membuka peluang harga yang lebih baik.

Hal tersebut juga penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap rantai perdagangan yang panjang, terutama karena biaya transportasi menjadi salah satu persoalan tersendiri bagi wilayah kepulauan.

Selain pemasaran, masyarakat membutuhkan pendampingan pada sisi produksi.

Mulai dari pemeliharaan tanaman, peningkatan kualitas hasil, pengolahan pascapanen hingga pengembangan jaringan pasar menjadi kebutuhan yang dapat menentukan sejauh mana potensi perkebunan Yatoke berkembang.

Baca Juga  Harhubnas 2026 di Tual: Pemkot Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Pala, jambu mete, langsat, duku dan durian pada akhirnya merupakan modal pertanian yang sudah dimiliki masyarakat.

Sebagian telah menghasilkan pendapatan. Sebagian lainnya masih tumbuh dan menunggu waktu untuk memasuki masa produktif.

Karena itu, perhatian pemerintah, koperasi, pelaku usaha maupun pembeli hasil perkebunan dibutuhkan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai hasil kebun yang dijual secara terbatas.

No More Posts Available.

No more pages to load.