“Dua puluh menit setelah tentara meninggalkan lingkungan itu, ayahnya pergi mencarinya. Dia menemukannya tergeletak di lantai dengan wajah penuh darah,” kata Majed Zakarneh.
Berbicara sebelum IDF mengaku bertanggung jawab, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz mengungkapkan kesedihan atas kematian Jana. Kantor berita resmi Palestina WAFA mengatakan dua warga Palestina lainnya terluka dan tiga lainnya ditangkap dalam penggerebekan malam Ahad itu. IDF mengkonfirmasi tiga ditangkap diduga terlibat teror.
Pemogokan umum diumumkan di Jenin pada Senin setelah pembunuhan Jana. Ratusan orang kemudian turun ke jalan untuk memprotes agresi Israel yang sedang berlangsung.
Dalam sebuah pernyataan, Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh meminta Perwakilan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata, Virginia Gamba, untuk menyelidiki kejahatan pendudukan dan memasukkan Israel ke dalam daftar hitam. Gamba saat ini sedang dalam kunjungan ke Tepi Barat dan Gaza.
“Pembunuhan anak Jana Majdi Zakarneh menambah pembunuhan mengerikan terhadap anak-anak yang terus dilakukan tentara pendudukan,” kata Shtayyeh.
Kematian Jana Zakarneh membuat jumlah total orang Palestina yang terbunuh di Tepi Barat yang diduduki sejauh ini pada 2022 menjadi 166. Ini adalah tingkat yang tidak terlihat dalam lebih dari satu dekade, menurut Kementerian Kesehatan Palestina. Israel mengatakan sebagian besar yang tewas adalah militan atau terlibat kekerasan dengan tentara. Tetapi kelompok hak asasi manusia mengatakan para pengamat juga telah terbunuh.









