Porostimur.com, Sofifi – Keindahan burung bidadari Halmahera kini berada di ujung ancaman. Spesies endemik Maluku Utara yang dikenal dengan pesona bulu dan tarian memikat ini dilaporkan hanya bertahan di tiga pulau dengan tekanan serius akibat perburuan dan kerusakan hutan.
Burung yang memiliki nama ilmiah Semioptera wallacii ini merupakan bagian dari keluarga Paradisaeidae dan menjadi salah satu jenis cendrawasih yang unik di dunia.
Saat ini, keberadaannya terbatas di Pulau Halmahera, Pulau Bacan, dan Pulau Kasiruta.
Keindahan yang Menjadi Daya Tarik Sekaligus Ancaman
Burung bidadari Halmahera dikenal dengan ciri khas bulu putih panjang di sekitar sayap yang tampak seperti selendang. Pada pejantan, keindahan ini semakin lengkap dengan mahkota berwarna ungu mengilap dan pelindung dada hijau zamrud.
Keunikan tersebut menjadi daya tarik utama dalam proses kawin. Pejantan akan menampilkan tarian udara atau aerial display untuk memikat betina, dengan mengembangkan bulu dan melayang dari ketinggian sekitar 6 hingga 10 meter.
Namun, keindahan inilah yang justru menjadikannya sasaran perburuan liar.
Populasi Terus Tertekan
Ancaman terhadap burung ini tidak hanya datang dari perburuan, tetapi juga dari kerusakan habitat akibat penebangan dan pembukaan lahan di wilayah hutan Halmahera.









