Pasien Ketuban Pecah Dini di Batang Dua Baru Dirujuk ke Ternate Setelah 24 Jam

oleh -234 views
Seorang pasien bernama Susvita Guraici dengan diagnosa KPD (Ketuban Pecah Dini) terpaksa menunggu hampir satu hari untuk mendapatkan penanganan lanjutan akibat keterbatasan armada ambulans laut.

Porostimur.com, Ternate – Keterlambatan rujukan pasien asal Kelurahan Tifure, Kecamatan Batang Dua, kembali memperlihatkan rapuhnya sistem pelayanan kesehatan di wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM), Kota Ternate. Seorang pasien bernama Susvita Guraici dengan diagnosa KPD (Ketuban Pecah Dini) terpaksa menunggu hampir satu hari untuk mendapatkan penanganan lanjutan akibat keterbatasan armada ambulans laut.

Pasien awalnya dijadwalkan dirujuk pada Sabtu, 16 Mei 2026 sekitar pukul 15.01 WIT menuju RSUD Chasan Boesoirie Ternate. Namun proses evakuasi tertunda karena satu-satunya ambulans laut yang melayani wilayah BAHIM saat itu berada di Pelabuhan Residen Ternate.

Ambulans laut baru diberangkatkan menuju Batang Dua pada Minggu, 17 Mei 2026 pukul 09.17 WIT. Pasien akhirnya tiba di RSUD Chasan Boesoirie sekitar pukul 13.00 WIT untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga  Anos Yeremias Harap Mubes IKA Unidar Harus Perkuat Solidaritas Alumni dan Kontribusi bagi Daerah

Keterbatasan Armada Jadi Masalah Klasik

Kondisi geografis wilayah kepulauan turut memperparah keterlambatan tersebut. Jarak tempuh laut antara Ternate dan Batang Dua menjadi tantangan tersendiri, terlebih ketika hanya tersedia satu unit ambulans laut untuk melayani tiga kecamatan sekaligus.

Pemerhati hukum kesehatan, Muis Ade, menilai bahwa persoalan ini bukan hal baru dan menunjukkan lemahnya kesiapsiagaan sistem rujukan di wilayah kepulauan.

No More Posts Available.

No more pages to load.