Pihak kepolisian dan TNI berhasil merangsek masuk menggunakan gas air mata, dan mengangkut puluhan mahasiswa asal Papua itu ke Polda Jawa Timur.
Setelah semua diperiksa, bukti mahasiswa Papua melakukan pematahan bendera dan dibuang ke selokan tak terbukti.
“Umpatan dan kata-kata rasis itu yang memantik kericuhan di Manokwari dan Jayapura,” ujar Fajar di Sekretariat Kosapmaja, Ciputat Timur, Tangsel, Senin (19/8).
Fajar juga menyayangkan oknum masyarakat yang masih saja melontarkan kata-kata rasis kepada orang Papua.
“Indonesia ini kan sudah 74 tahun merdeka masih saja ada pandangan dan kata-kata rasis, kami mengecam hal itu,” ujarnya.
Fajar menuntut agar pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan untuk mencari oknum masyarakat yang melontarkan kata-kata rasis itu.
“Kami ingin negara segera menyelidiki orang-orang pelaku yang melontarkan kata-kata rasisme ke mahasiswa Papua,” pungkasnya. (red)




