Pelindo IV Dukung Maluku Jadi Lumbung Ikan Nasional

oleh -146 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: PT Pelabuhan Indonesia IV (Persero) mendukung program pemerintah mendorong Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional serta kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang berfokus pada sektor perikanan dengan mengintegrasikan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dan Pelabuhan Perikanan Nusantara Ambon.

Direktur Utama PT Pelindo IV, Prasetyadi, mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan berbagai persiapan di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, guna mendukung program Pemerintah tersebut.

“Saat ini kami tengah melakukan pengembangan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dengan estimasi biaya sekitar Rp200 miliar,” katanya.

Prasetyadi menyebutkan, dengan investasi sebesar itu, Pelindo IV akan menjadikan kapasitas Pelabuhan Yos Sudarso sebanyak 650 call kapal per tahun dan panjang dermaga 515 meter.

Selain itu, kapasitas daya tampung peti kemas 500.000 TEUs per tahun dengan luas lapangan penumpukan 6 hektare.

Baca Juga  Korem 151/Binaiya Siap Cerdaskan Anak Bangsa Melalui Sosialiasi Aplikasi Klassku

“Sementara kapasitas peralatan bongkar muat sebanyak 400.000 TEUs atau setara dengan 8 juta ton kargo,” sebutnya.

Pengembangan tersebut beber Prasetyadi, menjadi sekitar dua kali lipat dari Pelabuhan Yos Sudarso yang eksisting saat ini.

Dia menuturkan, Pelabuhan Yos Sudarso yang eksisting baru menangani 274 call kapal dengan kapasitas 450 call kapal per tahun dan panjang dermaga 334 meter. “Sehingga masih mampu melayani tambahan 176 call kapal,” imbuhnya.

“Kami juga baru menangani 100.379 TEUs, sedangkan kapasitas yang dimiliki 500.000 TEUs per tahun dengan luas lapangan penumpukan 6 hektare. Masih mampu menampung tambahan peti kemas 400.000 TEUs,” tambah Prasetyadi melalui keterangan resmi dikutip, Jumat (2/4/2021).

Baca Juga  Bertambah 500 Orang, Kasus Positif Covid-19 Tersebar di 370 Kabupaten/Kota

“Sedangkan kapasitas peralatan bongkar muat eksisting saat ini 200.000 TEUs. Jika pengembangan Pelabuhan Yos Sudarso rampung, kapasitasnya menjadi dua kali lipat atau 400.000 TEUs,” lanjutnya. (red)