Pemdes Wayaua Halsel dan CV. Multi Jaya Sentosa Diduga Sekongkol Bohongi Warga

oleh -498 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Masyarakat Desa Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan geram dengan sikap Direktur Perusahaan CV. Multi Jaya Sentosa, Farid Abea. Pasalnya, CV. Multi Jaya Sentosa diduga telah bersekongkol dengan Perintah Desa (Pemdes) Wayaua saat melakukan pengoperasian kerja di area perkebunan warga setempat.

Tak hanya itu, melalui data yang dihimpun Porostimur.com, Kamis (26/8/2021), perusahaan CV. Multi Jaya Sentosa diduga beroperasi dengan SK Bupati yang telah habis masa berlakunya.

“Masyarakat hingga saat ini bingung dengan keberadaan perusahaan CV. Multi Jaya Sentosa, karena selaku direktur pemegang izin Farid Abea yang tiba-tiba beroperasi di wilayah desa Wayaua tidak ada musyawarah desa masyarakat melalui pemerintah desa”, ujar aktivis KAMMI Halsel, Adnan Undin.

Baca Juga  Tekuk Papua Barat 2-1, Keseblasan Pra PON Malut Wajib Menang Lawan Tuan Rumah Maluku

Dalam operasinya, perusahaan CV. Multi Jaya telah menimbulkan beberapa masalah di areal perkebunan masyarakat Desa Wayaua yakni, penggusuran lahan perkebunan, tanaman perkebunan dan hasil kayu di areal perkebunan masyarakat yang diketahui semuanya tidak ada koordinasi dengan pemilik lahan.

Selain itu, belum lama ini sejumlah pemilik lahan (kebun) telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan. Kala itu, Farid Abea selaku direktur perusahaan mengatakan bahwa pihaknya saat beroperasi sudah berdasarkan dengan SK Bupati No 193 Tahun 2006 dan No 5 Tahun 2016.

“Padahal sudah dijelaskan oleh ketua UPT- KPH Halsel Rizal Rahmadi bahwa SK BUPATI tersebut sudah tidak lagi berlaku makanya di kembalikan ke Pemdes dan BPD agar melakukan musyawarah desa (Musdes) untuk menghasilkan solusinya, “tukas Adnan.

Baca Juga  Suamiku

Lanjutnya, dengan belum di adakan Musdes masyarakat desa Wayaua menduga kuat ada persengkolan besar antara Pemdes, BPD dan pihak perusahaan dalam kuasa izin perusahaan CV. Multi Jaya Sentosa.

Bahkan hingga saat ini masyarakat juga Masi bertanya-tanya mengenai potensi desa dikarenakan tidak ada kejelasan.

“Dengan persoalan yang merugikan masyrakat serta diduga menimbulkan kerusakan hutan, maka kami dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Halsel dengan tegas mempresur masalah yang saat ini terjadi di Desa Wayaua, Kecamatan Bacan Timur Selatan,” tandasnya.

Hingga berita ini dipublis, wartawan porostimur.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak Pemerintah Desa Wayaua, BPD dan UPT KPH Halsel serta pemilik CV. Multi Jaya Sentosa. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.