Target Produksi dan Dampak Ekonomi
Plt. Kepala Dinas Pertanian Malra, Joel Dumatubun, menjelaskan bahwa gerakan ini akan dilanjutkan dengan penyebaran 450.000 benih cabai di lahan seluas 38,5 hektare yang tersebar di 11 desa sentra cabai.
Target produksinya mencapai 138,6 ton pada 2025, dengan proyeksi surplus 48,9 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi daerah hingga akhir tahun.
“Dengan luas tanam 0,25 hektare dan produktivitas 3.000 kilogram per hektare, petani bisa menghasilkan 750 kilogram cabai. Jika dijual, pendapatan dapat mencapai Rp6,25 juta per bulan atau Rp75 juta per tahun,” kata Joel.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara optimistis langkah ini tidak hanya menstabilkan harga cabai dan mengendalikan inflasi, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi kesejahteraan petani lokal. (red/mcmalra/adolf)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











