Pemkot Ambon Akan Pasang WiFi Gratis di Empat Lokasi

Porostimur.com |Ambon: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon akan memperbanyak ketersediaan fasilitas layanan internet gratis di sejumlah titik yang menjadi ruang publik.

Langkah yang ditempuh melalui Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (DiskominfoSandi) Kota Ambon ini, dimaksudkan sebagai bagian dari upaya perwujudan kota yang siap menuju Kota Pintar (Smart City),

Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi Informatika dan Persandian, J.R. Adriaansz, mengatakan, fasilitas layanan internet tersebut akan ditambahkan di 4 (empat) lokasi pada awal tahun 2020 nanti.

“Layanan internet gratis melalui wi-fi id tabea rencananya akan ditambahkan di empat lokasi yakni, Pusat Kuliner Tapal Kuda, Air Salobar, Taman Karang Panjang, Dermaga Amahusu dan kantor kecamatan,” kata Adriaansz, Jumat (15/11/19), kemarin.

Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Ambon, J.R. Adriaansz

Adriaansz mengatakan, masing-masing lokasi akan disediakan layanan berkecepatan 20 mbps ditargetkan dapat diakses masyarakat di awal tahun depan.

Dijelaskan, penambahan akses wi-fi gratis merupakan tindak lanjut apresiasi dari PT Telkom dalam rangka mewujudkan Ambon Smart City. kerjasama ini telah dimulai sejak tahun 2017 dan Pemkot Ambon melanjutkan langganan di tahun 2019. Diakui, tahap awal layanan wi-fi diberikan secara gratis hingga sampai tahun 2019 namun selanjutnya harus berlangganan sendiri dan saat ini Pemkot Ambon dan PT. Telkom sementara berproses untuk kerjasama langganan wi-fi id.

Kerjasama ini ditindaklanjuti dengan penambahan 4 lokasi baru serta peningkatan kecepatan layanan di beberapa titik antara lain, Tribun Lapangan Merdeka, Taman Pattimura, Kantor KONI dan Kawasan Tugu Leimena yang awalnya 20 mbps ditambahkan menjadi 50 mbps.

Ditambahkan, selama ini akses internet khususnya jaringan wi-fi di Ambon baru sebatas di perkantoran dan pusat pendidikan dan beberapa fasilitas umum, namun belum bisa dijangkau masyarakat secara baik dan maksimal.

“Masyarakat, terutama para pelajar kesulitan mengakses internet karena keterbatasan jaringan dan kalaupun ada layanan yang tersedia, aksesnya lambat. Sehingga mereka harus ke warnet dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sementara peluang untuk akses wi-fi id di lokasi Pusat pembelajaan dan fasilitas umum lainnya masih terkendala,” katanya.

Pemkot Ambon, lanjut Kadis, di tahun 2018 telah meluncurkan program Ambon menuju kota pintar (smart city) guna memudahkan penggunaan dan penyiapan teknologi informasi. Peluncuran program Ambon menuju kota pintar semata-mata untuk pendekatan pelayanan publik seiring dengan langkah inovasi yang telah menjadi ciri penyelenggaraan pemerintah. (ebot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: