Kerjasama ini ditindaklanjuti dengan penambahan 4 lokasi baru serta peningkatan kecepatan layanan di beberapa titik antara lain, Tribun Lapangan Merdeka, Taman Pattimura, Kantor KONI dan Kawasan Tugu Leimena yang awalnya 20 mbps ditambahkan menjadi 50 mbps.
Ditambahkan, selama ini akses internet khususnya jaringan wi-fi di Ambon baru sebatas di perkantoran dan pusat pendidikan dan beberapa fasilitas umum, namun belum bisa dijangkau masyarakat secara baik dan maksimal.
“Masyarakat, terutama para pelajar kesulitan mengakses internet karena keterbatasan jaringan dan kalaupun ada layanan yang tersedia, aksesnya lambat. Sehingga mereka harus ke warnet dengan mengeluarkan biaya yang tidak sedikit sementara peluang untuk akses wi-fi id di lokasi Pusat pembelajaan dan fasilitas umum lainnya masih terkendala,” katanya.
Pemkot Ambon, lanjut Kadis, di tahun 2018 telah meluncurkan program Ambon menuju kota pintar (smart city) guna memudahkan penggunaan dan penyiapan teknologi informasi. Peluncuran program Ambon menuju kota pintar semata-mata untuk pendekatan pelayanan publik seiring dengan langkah inovasi yang telah menjadi ciri penyelenggaraan pemerintah. (ebot)




