Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemkot Tual adalah kelangkaan minyak tanah.
Pemerintah daerah, kata Rumra, terus berupaya mencari jalan keluar agar kebutuhan masyarakat terhadap bahan bakar tersebut dapat terpenuhi.
Selain minyak tanah, Pemkot Tual juga berupaya memastikan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Pertalite, dapat berjalan tepat sasaran.
“Saat ini Pemkot Tual terus berupaya mencari jalan keluar untuk menjawab kebutuhan masyarakat seperti kelangkaan minyak tanah. Serta memastikan BBM bersubsidi seperti Pertalite harus tepat sasaran,” imbuhnya.
Menurutnya, persoalan kebutuhan dasar masyarakat membutuhkan respons pemerintah yang cepat, terukur dan berkelanjutan.
Tidak hanya dalam kondisi normal, pemerintah juga dituntut hadir ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.
Respons Bencana dan Kolaborasi Jadi Kunci
Rumra menyebut sejumlah langkah tanggap darurat yang dilakukan Pemkot Tual sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan dasar tetap tersedia bagi masyarakat.
Di antaranya distribusi air minum atau air bersih layak konsumsi bagi masyarakat di Finua Kaimear, Kecamatan Pulau-Pulau Kur, serta Ohoi Tam Ngurhir, Ngurnila dan Ohoitom di Kecamatan Tayando Tam.
Langkah tanggap darurat juga dilakukan menyikapi kebakaran hutan di wilayah Kota Tual yang dipicu kondisi musim kemarau panjang.









