Ia menambahkan, kolaborasi ini menegaskan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan bergerak.
“Dengan literasi, masyarakat bisa lebih sadar dan aktif menjaga lingkungan,” tegasnya.
Ruang Inspirasi bagi Generasi Muda
Festival Literasi dan Iklim 2025 menghadirkan diskusi, pameran buku, hingga aktivitas seni bertema lingkungan. Masyarakat diajak untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menulis, memahami, dan mengaitkannya dengan aksi nyata menghadapi perubahan iklim.
Acara ini turut dihadiri komunitas literasi dari berbagai daerah, pelajar, mahasiswa, hingga aktivis lingkungan yang ingin menjadikan literasi sebagai bagian dari solusi dalam menghadapi tantangan iklim global. (Keket)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com










