Penarikan Guru ASN dari Sekolah Kristen: Mengabaikan Sejarah, Menguji Komitmen Negara

oleh -173 views
Oleh: Amrosius Igo Anamofa, Sekretaris Daerah AMGPM PP Babar Timur

Kebijakan yang baik seharusnya menyelesaikan masalah, bukan memindahkannya dari negara ke masyarakat.

Penegerian Bukan Jawaban

Sebagian kalangan melihat penegerian sekolah sebagai solusi. Namun pandangan ini perlu dikaji secara kritis. Penegerian tidak otomatis meningkatkan kualitas pendidikan atau menjamin pemerataan. Sebaliknya, langkah tersebut berpotensi menghilangkan identitas, nilai, dan sejarah panjang sekolah-sekolah yang telah tumbuh bersama masyarakat.

Dalam konteks sosial tertentu, penegerian bahkan bisa memicu resistensi dan gesekan di tengah komunitas. Yang dibutuhkan saat ini bukanlah penyeragaman, melainkan penguatan kemitraan.

Negara harus hadir sebagai penguat, bukan pengganti. Selama lembaga pendidikan swasta berkontribusi dalam mencerdaskan bangsa, mereka layak mendapatkan dukungan yang adil dan proporsional.

Menguji Komitmen Negara

Alasan efisiensi anggaran kerap digunakan untuk membenarkan penarikan guru ASN dari sekolah swasta. Namun logika ini patut dipertanyakan. Pendidikan bukan sektor yang bisa diperlakukan semata-mata sebagai beban anggaran. Ketika negara mengurangi dukungan, sementara sekolah tetap harus beroperasi, beban itu hanya berpindah kepada masyarakat.

Baca Juga  Pertamina Naikkan Harga Pertamax di Maluku, Kini Tembus Rp16.650 per Liter

Alih-alih efisiensi, yang terjadi adalah pengalihan tanggung jawab.

No More Posts Available.

No more pages to load.