Penarikan Guru ASN dari Sekolah Kristen: Mengabaikan Sejarah, Menguji Komitmen Negara

oleh -172 views
Oleh: Amrosius Igo Anamofa, Sekretaris Daerah AMGPM PP Babar Timur

Negara tidak boleh melupakan bahwa sekolah-sekolah Kristen dan lembaga pendidikan swasta lainnya telah menjadi mitra strategis selama lebih dari satu abad. Mereka hadir ketika negara belum sepenuhnya mampu menjangkau seluruh wilayah. Mereka bertahan dalam keterbatasan. Mereka mendidik generasi demi generasi.

Menata Ulang Arah Kebijakan

Pada akhirnya, kebijakan pendidikan harus berpijak pada tiga hal: keadilan, penghormatan terhadap sejarah, dan kepentingan terbaik bagi peserta didik. Pemerintah perlu mengevaluasi secara serius kebijakan penarikan guru ASN dari sekolah swasta, terutama di wilayah 3T.

Yang dibutuhkan adalah solusi yang memperkuat ekosistem pendidikan secara menyeluruh—bukan kebijakan yang berpotensi melemahkan salah satu pilar pentingnya.

Negara tidak boleh menjadikan sekolah swasta sebagai mitra ketika kekurangan, lalu meninggalkannya ketika sistem mulai berjalan. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, tetapi kepemimpinan tetap berada di tangan negara.

Jika kebijakan justru menciptakan ketimpangan baru, maka yang dipertaruhkan bukan hanya kualitas pendidikan, tetapi juga kepercayaan publik terhadap komitmen negara dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. (**)

Baca Juga  Pemkab Haltim Tegaskan Pelayanan Dukcapil Tak Boleh Terhambat, Siap Evaluasi Jika Keluhan Berlanjut

No More Posts Available.

No more pages to load.