Levy menambahkan, selama keberadaan militer Israel di Lebanon masih berlangsung, potensi konflik akan tetap ada dan dapat mengganggu upaya gencatan senjata secara menyeluruh.
Netanyahu Dinilai Sulit Dikendalikan
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga disebut mengkritik sikap Netanyahu yang dinilai memperumit situasi, terutama terkait eskalasi di Lebanon.
“Dia orang yang sangat sulit,” kata Trump seperti dikutip dari The New York Times.
Trump bahkan menilai Israel seharusnya berterima kasih atas kesepakatan tersebut, karena tanpa itu, ancaman dari Iran bisa jauh lebih besar.
Ia juga mengklaim tekanan militer yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Iran menjadi faktor utama yang mendorong tercapainya kesepakatan.
“Mereka tidak menginginkan serangan lanjutan. Serangan yang kita lakukan berdampak besar,” ujarnya.
Kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran ini kini menjadi perhatian global, dengan berbagai pihak menilai implementasinya akan sangat menentukan stabilitas kawasan Timur Tengah ke depan.
sumber: sindonews











