Penghujung Kelas

oleh -138 views

Sejujurnya, aku memang takut. Aku takut jika aku tidak akan punya teman di hari pertama, dan berakhir sendirian lagi di hari-hari selanjutnya sementara yang lain sudah punya teman dekat di kelas SMA. Aku lelah menjadi orang yang selalu diabaikan ketika berbicara. Ya, mungkin itu penyebabnya. Aku tidak tahu mengapa mulutku selalu mendadak terkunci rapat-rapat ketika isi kepalaku menyuruhku untuk menyapa duluan. Mulut dan otakku selalu bertengkar kala itu, akibatnya tubuhku tidak bisa berfungsi dengan baik. Mungkin karena itu, aku malas untuk membuka mulut karena aku tahu akan diabaikan lagi.

Aku mengukir seringai kecil, seringai yang miris. Aku sudah bela-bela menabung demi mempercantik diriku sebelum memasuki masa SMA. Orang-orang mengatakan bahwa fisik tidak penting, tapi kalimat itu bermakna kosong. Aku sudah muak dengan frase itu. Aku harus cantik supaya orang-orang fokus padaku. Setidaknya, supaya mereka tahu aku nyata. Dan jika itu tidak berhasil, maka aku sudah menyiapkan plan B. Aku akan belajar dengan sungguh-sungguh. Aku muak, aku memaksakan diriku untuk belajar bukan untuk diriku sendiri, tapi untuk orang lain. Serumit itu hidup sebagai manusia yang tidak pernah dianggap.

Baca Juga  7 Tanda-Tanda Love Bombing dalam Hubungan, Jangan Sampai Terjerat!

Aku sudah tak lagi mengharapkan kisah romansa picisan di masa SMA-ku. Kalau memang terjadi, syukur-syukur, tapi aku tidak akan percaya itu. Toh, aku tidak mau mengharapkan hubungan yang long lasting pada cinta monyet. Aku sadar diri dan aku pasrah. Jika aku jatuh cinta lagi nanti, aku akan mengaguminya dalam diam. Tidak ada gunanya dia tahu. Aku sudah tahu jawabannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.