Pdt. Sapulette juga mengajak warga gereja agar menjalin kasih persaudaraan dengan semua orang, bekerja sama dengan pemerintah dan semua elemen bangsa lainnya dan hidup dalam keramahan dengan semua orang tanpa membedakan agama, suku, ras dan bahasa, supaya semua menjadi satu di dalam bangsa yang majemuk.
“Kesatuan itu yang membuat kita kuat untuk memainkan peran strategis di tengah bangsa Indonesia. Sebab itu, jangan biarkan orang atau pemikiran lain manapun meruntuhkan nilai persaudaraan yang luhur dari dalam budaya kita di Maluku dan Maluku Utara, supaya kita tidak mengulangi kebodohan kita di masa silam,” tukas Sapulette.
“Sebagai pelayan khusus, kita tetap harus setia melaksanakan tugas panggilan dan pengutusan kita sebagai hamba Kristus yang melayani jemaat dengan hati yang tulus murni, supaya Kristus dimuliakan dalam tutur kata dan tingkah laku kita di hadapan banyak orang,” tutupnya. (Frets Besitimur)









