Perahu Yang Tak Pernah Berhenti Berlayar

oleh -64 views

Cerpen Karya: Irends Indriana

Dona adalah temanku, Ia seperti remaja 18 tahun pada umumnya yang sedang berusaha untuk menerobos batas aturan dunia, pergi berpesta di klub malam, dan menghamburkan uang untuk berbelanja.

Aku tidak pernah paham, sebenarnya apa yang Ia cari di bumi ini. Ia selalu melakukan kesenangan ini dan itu namun tidak ada rasa kepuasan pada dirinya.

Mungkin kisahnya bisa menjadi awal dari paragraf ini.

“Aku sedang mencari Adamku.” suara Dona dengan bau alkohol di mulutnya.
“Oh ya?, Aku yakin Adammu itu bukan penerobos aturan dunia.”

Dona berjalan menuju segerombolan anak laki laki yang sedang duduk di bawah patung seorang perempuan Mesir kuno yang menaungi para anak laki laki berasap rokok. Sepertinya, Ia ingin mencari Adamnya. Namun sayangnya, Adam yang Ia cari tidak ada disana.

Baca Juga  Kesiapan Panitia HUT ke-23 Haltim Disorot, Sejumlah Pejabat Terpaksa Berdiri

“Ayolah Don, kamu sedang mabuk. Ayo kita pulang!” Tegasku sambil menarik lengannya yang masih menggenggam gelas berisi alkohol.
Aku mengantarkan dia pulang ke rumahnya.

“Malam ini menyenangkan!” Kata terakhir yang Ia ucapkan sebelum Ia jatuh pingsan di tempat tidurnya.

Sang surya sudah terbangun dari tidurnya dan sang rembulan sudah lenyap sama seperti Dona. Sudah berulang kali aku menghubunginya tapi dia tidak menjawabnya juga. Kemana dia?. Ini terakhir kalinya aku mencoba untuk menghubungi Dona dan akhirnya Ia menjawab….