Perjalanan Spiritual Lex Hixon, Mimpi Bertemu Rasulullah SAW

oleh -680 views
Lex Hixon (19411995) dikenal sebagai Syaikh Nur al-Jerrahi dalam komunitas Sufi. Foto/Ilustrasi: pir press

Dan saya berkata, “Saya mempunyai sebuah nama untukmu: Aziz” –karena kedua nama itulah yang selalu saya pikirkan. Dan semua darwis yang ada di sana terkejut karena Aziz adalah nama rahasia kelompok itu.

Pada musim panas itu, Ramadhan jatuh pada bulan Agustus. Dia meminta saya untuk datang ke Istambul dan melewatkan bulan Ramadhan bersamanya. Dia berkata untuk mempersiapkan diri menghadapi bulan Ramadhan itu saya harus membaca La ilaha illa Allah 70.000 kali: sehari 700 kali selama seratus hari, dan saya mengerjakannya. (Saya mengalami banyak pengalaman penting dalam proses tersebut). Dan ketika sampai di Istambul, saya mendapat masa percobaan saya yang pertama dalam kelompok itu.

Baca Juga  Pemkot Ambon Tunggu Hasil Asesor Kemendagri Terkait Seleksi Sekda

Peristiwa itu terjadi dengan cara yang lucu. Malam itu tak ada penerjemah bahasa Inggris. Di sana ada seratus pasangan laki-laki dan perempuan Turki yang berada di tekke (pondok, tempat kumpul kaum sufi) yang terpisah. Mereka tidak saling tampak karena bentuknya yang khusus. Di tekke kami, wanita dan laki-laki duduk bersama-sama dan melakukan zikir bersama –di dua lingkaran terpisah tetapi bersama-lama.

Sebuah permadani tua yang indah dibawa ke dalam. Dia berlutut di atasnya, dan dua khalifah seniornya menggandeng tangan saya dan membimbing saya melewati empat langkah ini: syari’ah, tariqah, haqiqah, dan ma’rifah, yang mewakili seluruh aliran spiritual itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.