Lalu aku kembali teringat pada pasta gigi baru yang harus kubeli.
Aku pun bergegas menuju bagian rak yang memajang produk kebersihan tubuh. Sesampainya di sana, mataku perlahan menyisir bermacam-macam pasta gigi yang tersusun di rak.
Kau tahu, Yos? Entah mengapa aku baru sadar kalau ada terlalu banyak jenis pasta gigi: pasta gigi yang memutihkan, pasta gigi yang akan mencegah gigimu berlubang, pasta gigi dengan butiran kecil yang mampu menyelip di antara sela gigimu (dan akan membersihkannya), pasta gigi yang akan menyehatkan gusi, pasta gigi yang terbuat dari kayu siwak, dan entah berapa banyak lagi.
Setelah kuhitung dan amati, totalnya ada enam belas jenis dari berbagai merek yang berbeda. Sayang sekali! Mengapa tak ada sembilan puluh jenis pasta gigi di minimarket ini? Aku bersedia menghabiskan waktuku untuk meneliti semua jenis pasta gigi itu.
Namun, aku tak kehabisan akal. Saat pegawai minimarket tak melihat, kukibaskan sebelah tanganku dengan perlahan tapi pasti hingga sekian banyak kemasan pasta gigi yang ada di rak itu berjatuhan ke lantai. Bunyi keras beruntun yang ditimbulkannya cukup mengagetkan. Pegawai minimarket tadi pun mendelik, lalu mendatangiku.
“Aduh! Tak sengaja tersenggol. Tenang, akan kubereskan. Oke?”









