Adapun pertumbuhan tersebut, Achmad Hatari tak memungkiri bahwa semakin landainya penyebaran Covid19 berdampak positif terhadap kinerja perbankan khususnya pada ekspansi penyaluran kredit yang berdampak pada perekonomian suatu daerah. “Sejalan dengan semakin pulihnya kondisi perekonomian pasca membaiknya penanganan untuk pandemi Covid-19 serta tingginya akselerasi perekonomian yang ditopang oleh industri pengolahan nikel,” sebutnya.
Dalam kesempatan yang sama Anggota Dewan Gubernur BI, Aida S. Budiman menambahkan pemaparan beberapa indikator pendukung perekonomian Provinsi Maluku Utara bahkan sampai tahun 2023. Dimana provinsi ini masih akan diproyeksikan melanjutkan pertumbuhan tinggi dan akan berada pada rentang 18,55%-19,55% (yoy). Hal tersebut didorong oleh masih akan terus bertambahnya realisasi pembangunan serta optimalisasi produksi smelter yang akan membantu menjaga daya pertumbuhan provinsi ini. (Culen)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









