Peyempuan

oleh -10 Dilihat

Sang Boki juga berkarir sebagai redaktur di surat kabar Poetri Hindia. Mengikuti suaminya yang jurnalis itu. Ia adalah bulan sekaligus matahari bagi Tirto yang terus bergerak menentang Belanda baik lewat tulisan-tulisan bernasnya di Medan Prijaji atau sokongan pergerakan berbasis ekonomi lewat Sarekat Dagang. Daniel Dhakidae, Direktur Prisma Resource Center, menilai Boki Fatimah adalah sebagian dari kaum terpelajar yang gigih membangkitkan kesadaran nasional untuk merdeka. Mereka bisa dikata menjadi kelompok intelektual organik. Kelompok yang dalam pandangan Antonio Gramsci, bersedia menumbuhkan kesadaran kelas dan memantik semangat pergerakan yang revolusioner.

Semangat yang menginspirasi itu mestinya jadi pengingat ketika perempuan didiskusikan dengan nalar yang konklusif. Ketika tapak mereka telah menjejaki begitu banyak kemajuan, menjadi sebuah kemunduran jika perempuan membiarkan dirinya jadi subyek yang terus digunjingkan dengan narasi-narasi destruktif. Yang bukan perempuan membiarkan pergunjingan itu sambil tersenyum menang. Kita – kelompok yang penuh ketakutan mestinya juga melihat sejarah dengan netra yang jujur. Kita tak mesti terjabak pada semacam identitas yang sumir – sesuatu yang menampilkan perbedaan – ada perbandingan seturut tekstur identifikasi yang terus-menerus difragmenkan. Memandang perempuan dalam lanskap yang buram. Menolak mengakui kontingensi dan muncullah sikap fundamentalis. Sebuah sikap yang melahirkan kelompok yang takut terhadap gerak sejarah yang menyanjung perempuan.