Pilkada (bukan) Warisan

oleh -76 views

Oleh: Hasan Bahta: Pemuda Buru Selatan

Baru-baru ini, Bupati Buru Selatan Tagop S. Solissa melakukan kunjungan kerja ke beberapa desa di Kecamatan Ambalau.

Dengan mengenakan kemeja putih dan kacamata kerennya, bupati terlihat berkharisma dan gagah. Sesekali melempar senyum manis kepada masyarakat yang menyambutnya.

Dalam kunjungan kali ini, bupati tidak sendiri. Dia didampingi Sang Istri tercinta Safitri Malik Solissa (SMS) sebagai Ketua PKK Bursel dan juga Ketua DPRD Bursel Muhajir Bahta.

Seperti kata pepatah : sekali dayung dua tiga pulau terlewati. Di sela-sela momentum kunjungan pemerintahan itu, Safitri yang juga sebagai bakal calon Bupati Bursel pada Pilkada Serentak 2020 mendatang memanfaatkan waktunya untuk bersua dengan kaum perempuan di sana, bukan sebagai Ketua PKK tapi sebagai bakal calon Bupati.

Baca Juga  Hadiri Musrenbang RKPD Malut 2027, Bupati Halbar Soroti Data Perencanaan dan Investasi

Tidak ada yang salah dengan tindakan SMS itu. Namun perlu disadari Pilkada 2020 masih jauh, belum juga terdaftar sebagai calon, masih lama. Fokuskan pada kunjungan pemerintahannya, bukan safari politik praktisnya.

Sebagai bupati, apalagi ini periode terakhirnya, Tagop harus memaksimalkan kerja untuk menuntaskan janji politiknya saat kampanye dulu. Membawa SMS sebagai istri tidak salah, tapi sebagai bakal calon bupati itu tindakan melanggar etika dalam berpemerintahan.