Lima, dukungan para pemilik modal atau Oligarki secara terbuka dengan dukungan finansial yang tidak teregulasi secara jelas. Akibatnya bantuan-bantuan kampanye politik seringkali terikat dengan kepentingan para pemilik modal dan Oligarki. Ini menambah runyamnya bagi pejabat untuk menegakkan etika dalam berpolitik.
Enam, yang juga terburuk dan berbahaya sesungguhnya adalah sejak lama upaya penjegalan kepada warga tertentu untuk dapat maju menjadi calon. Kenyataan ini jelas menjadi ancaman masa depan bangsa, negara dan demokrasi yang pastinya menjamin hak setiap warga negara dalam hak politiknya (memilih dan dipilih).
Tujuh, upaya penjegalan kepada warga negara untuk maju ke kontestasi capres ini terus terjadi dengan berbagai tekanan kepadanya pasca lolosnya menjadi capres-cawapres. Tekanan dan penjegalan kampanye paslon tertentu terus terjadi secara terbuka dan tanpa malu-malu (shamelessly). Hal yang kita saksikan paling terakhir juga terjadi di Jogjakarta.
Inilah beberapa alasan penting kenapa pemilu, khususnya pilpres kali ini dianggap sangat buruk. Belum lagi berbagai indikasi bahwa pada pilpres kali ini akan terjadi kecurangan yang masif, sistimatis, bahkan sistemik dan didukung oleh kekuasaan dan dana besar.









