PKI dan Rezim Rasan-Rasan

oleh -432 views

Itu tadi adalah sekelumit fragmen PKI di level politik tontonan, baik wilayah pertempuran sinematis, maupun media sosial. Di forum-forum seleksi yang beririsan dengan negara, PKI ternyata juga menjadi rasan-rasan. Komunisme masih menjadi bahan untuk mengeksklusi mereka yang tampak simpatik terhadap PKI, walau sebatas opini.

Pertanyaannya, apakah kita memang secara sistemik telah diajarkan untuk membenci ketimbang belajar dari apa yang sudah terjadi? Wallahu a’lam.

Yang jelas, segala bentuk kebencian hanya akan mempersempit ruang gerak kita. Dan, ‘trauma’ 1965 sepertinya hanya bisa dihapus dengan bersikap wajar terhadap komunisme. Komunisme tak perlu dibesar-besarkan, apalagi sampai menempelkan frasa “bahaya laten”. Ideologi itu sudah lama bangkrut dan tutup buku. Rusia dan China kini sama kapitalisnya dengan Amerika Serikat.

Baca Juga  Iran Sindir Rencana Trump Kenakan Tarif Selat Hormuz: "Kami Penjaganya, Bukan AS"

Di era orde militeristik Soeharto, stempel komunis kerap dipakai untuk menggebuk musuh politik. Mengulang kesalahan Orde Baru adalah sama dengan mengembalikan Indonesia ke masa kegelapan. Lebih ekstrem, barangkali tak perlu juga mempertahankan Ketetapan MPRS yang melarang komunisme, Marxisme, dan Leninisme.

Toh sebagai objek studi, mempelajari ketiganya justru bagus untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan ideologi itu. Buku-buku yang membahas ajaran itu pun tak perlu dilarang, apalagi sampai dibakar. Yah, kecuali kalau rezim yang berkuasa adalah rezim rasan-rasan. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.