Tisera: Keputusan Saniri Negeri Urimessing Tentang Mata Rumah Parenta Sah

oleh -166 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Ketua Saniri Negeri Urimessing, Yohannes Tisera mengatakan, keputusan Saniri Negeri Urimessing tentang Mata Rumah Parenta tertanggal 9 September 2021, sah sesuai Perda Kota Ambon, Nomor: 8, Tahun 2017, karena dihadiri lebih dari 3/4 saniri negeri sesuai pasal 65.

Menurut Tisera, proses penetapan Mata Rumah Parenta di Negeri Urimessing telah dilakukan melalui tahapan-tahapan kekeluargaan yang luar biasa, dan berakhir pada proses voting karena proses musyawarah tidak membuahkan hasil, kerenanya bagi dia, voting itu juga sah di hadapan hukum.

Kepada jurnalis Porostimur.com, Rabu (29/9/2021), Tisera yang akrab disapa Buke menceritakan, setelah Saniri Negeri Urimessing dilantik oleh Walikota Ambon bersama sejumlah Saniri Negeri di Kota Ambon, Januari 2019 silam, maka Saniri Negeri mulai bekerja.

“Satu tugas penting yang dilaksanakan Saniri Negeri Urimessing adalah menetapkan Mata Rumah Parenta, karena itu melalui forum saniri negeri mengundang para kepalo soa, tokoh adat yang berjumlah 16 orang bertempat di lantai 2 Puskesmas Urimessing, untuk bermusyawarah dengan agenda tunggal menetapkan Mata Rumah Parenta,” katanya.

Menurut Tisera, dari hasil rapat antara kepala soa dan saniri negeri itu lalu disepakati pembentukan tim sejarah penulisan mata rumah parenta, maka terbentuklah tim itu yang terdiri dari, Drs. Jan Heumasse, M.Si (ketua), Prof. Dr. A. Watloly, S.Pak, M.Hum (anggota), Drs. S. Maelissa, M.Hum (anggota), Dr. J. J. Pietersz, SH, MH ( anggota). Dan untuk memperlancar kerja tim penulis sejarah mata rumah parenta Negeri Urmessing oleh Pemerintah Negeri Urimessing memberikan dana sebesar Rp.100.000.000,- ( seratus juta rupiah) dalam proses kerja tim.

Baca Juga  Perempat Final Liga Champions: 4 Pilar Real Madrid Absen Kontra Liverpool

“Kerja tim ini berakhir saat sarasehan sehari yang bertempat di Hotel Marina Ambon, dan hasil kerja tim itu diserahkan langsung kepada Pemerintah Negeri Urimessing dan selanjutnya Pemerintah serahkan kepada Saniri Negeri,” tukasnya.

Buke bilang, setelah hasil kerja tim itu diterima maka dibentuklah tim internal dalam saniri negeri untuk mendiskusikan hasil penulisan tim yang diketuai oleh wakil saniri negeri Yan Andries dan sekretaris tim adalah sekretaris saniri negeri Julis Talahatu, namun lagi-lagi belum ada kata sepakat tentang mata rumah parenta.

Dari berbagai proses yang dilakukan dengan berbagai masalah maka sebagai Ketua Saniri Negeri, dirinya mengambil langkah untuk mengundang para saniri untuk rapat. tapi sebanyak dua kali rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua Saniri juga tidak melahirkan hasil sesuai yang diharapkan.

Baca Juga  Wakil Bupati Halsel Bassam Kasuba Membuka Acara Khitanan Massal

Tidak hanya itu, namun dilakukan rapat lagi pada kali 3 dan 4 yang kemudian dipimpin oleh salah satu anggota saniri negeri yang juga sebagai orang tua Max Wattimena. Namun rapat ketiga belum juga membuakan hasil. Pada rapat keempat barulah ada keputusan tentang mata rumah parenta.

Rapat keempat itu mengalami deadlock, maka oleh pemimpin rapat menskors rapat dan memberikan kesempatan kepada tiga keluarga Tisera, Samalelay dan Salaki untuk berembuk dan hasil komonikasi tiga keluarga sepakat untuk kembalikan kepada forum rapat untuk menutuskan siapa mata rumah parenta, lalu rapat dilanjutkan akhirnya melalui mekanisme voting Keluarga Tisera ditunjuk sebagai mata rumah parenta. Karena itu, menurutnya hasil keputusan saniri negeri sah di mata hukum.

Lanjut Buke, dalam penulisan sejarah mata rumah parenta oleh tim yang diketuai oleh Drs Jan Heumasse, M Si, ternyata ada tercatat ada tujuh generasi Negeri Urimessing dipimpin oleh Keluarga Tisera. Dan semua proses telah dilewati dengan baik dalam penetapan mata rumah parenta.

Baca Juga  Kini DPRD Maluku Memperbolehkan UMKM Berjualan Di Kantor

Ditambahkan berdasarkan Perda Kota Ambon Nomor 8 Tahun 2017 pasal 65 disana dijelaskan tatacara rapat saniri negeri yang sah dan benar, antara lain rapat saniri negeri:

“Rapat saniri negeri dinyatakan sah apabila dihadiri oleh paling sedikit 2/3 saniri negeri, pengambilan keputusan dilakukan dengan musyawarah untuk mufakat, apabila musyawarah untuk mufakat tidak tercapai maka dilakukan pengumutan suara, karena itu kalau ada masyarakat ada yang mengatakan hasil rapat saniri negeri Urimessing tertanggal 9 September 2021 yang menetapkan keluarga Tisera sebagai Mata Rumah Parenta cacat hukum, maka pertanyaan, anturan mana yang dilanggar saniri negeri,” beber Tisera.

“Proses telah berjalan dengan baik dan penuh kekeluargaan, karena itu diharapkan kepada Pemerintah Negeri Urimessing untuk menindak lanjuti hasil keputusan saniri negeri sesuai UU serta peraturan pemerintah yang berlaku di negara ini,” pungkasnya. (olof)

No More Posts Available.

No more pages to load.