Polda Maluku : Aksi teroris jangan dikaitkan agama apapun

oleh -37 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Dalam sepekan terakhir, tindakan teroris yang beranggotakan orang-orang yang menganut paham yang radikal, melatari rentetan insiden tidak berkeprimanusiaan tidak terduga, di beberapa tempat di Indonesia.

Salah satunya, kejadian peledakan bom bunuh diri yang terjadi di Kota Surabaya, pada dua sasaran berbeda yakni 3 lokasi gedung gereja dan markas Polrestabes Surabaya.

Insiden itu sendiri menelan korban meninggal dunia maupun luka-luka, baik dari pihak masyarakat maupun dari pihak anggota kepolisian yang tengah melaksanakan tugas negara.

Aksi teroris ini tidak mengenal suku dan agama, sehingga para korban dalam insiden puna acak serta berasal dari berbagai suku maupun hampir semua agama yang ada di Indonesia.

Link Banner

Mempelajari kejadian ini maupun insiden-insiden sebelumnya, Polda Maluku pun mengeluarkan seruan tegasnya.

Baca Juga  Pembobol mobil di Waititar dibekuk di Bandara Pattimura

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, hal ini dibenarkan Kabid Humas Polda Maluku, Kombes (Pol) Moh. Roem Ohoirat.

Menurutnya, seruan dari Kapolda Maluku, Irjen (Pol) Andap Budi Revianto,S.Ik, ini antara lain meminta masyarakat di Maluku tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut dengan tidak mengaitkan aksi teror tersebut dengan kegiatan agama, karena faham terorisme sama sekali tidak terkait dengan ajaran agama manapun.

Apalagi, akunya, semua agama mengajarkan tentang kebaikan, kasih sayang dan kedamaian.

Karena itu, jelasnya, TNI/Polri bersama rakyat tidak akan membiarkan faham radikal apapun untuk tumbuh dan berkembang di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Untuk itu, tegasnya, masing-masing anggota masyarakat dihimbaunya untuk membentengi diri sendiri maupun keluarganya dari upaya-upaya pihak tertentu yang ingin mempengaruhi atau menanamkan faham atau ajaran radikal maupun ajaran yang menyimpang dari kebiasaan.

Baca Juga  Mutasi di Tubuh Polri, Kapolda Maluku dan Malut Berganti

Begitupun masyarakat diingatkan jika menemukan orang atau kelompok orang yang mencurigakan di lingkungan tempat tinggal, agar segera melaporkan kepada aparat keamanan setempat.

Selain itu, masyarakat Malukuk juga diingatkan dengan kerukunan, persatauan dan kesatuan yang sudah dituangkan dan dikrarkan bersama oleh leluhur dan diteruskan hingga generasi saat ini, yakni ikatan ”Pela Gandong”. (keket)