Polisi Myanmar Gunakan Granat Kejut untuk Bubarkan Demonstran

oleh -56 views

Setelah itu, ratusan ribu pengunjuk rasa ke jalan-jalan dan militer Myanmar menuai kecaman dari negara-negara Barat. Beberapa negara bahkan menjatuhkan sanksi terbatas.

Pada Minggu, polisi telah siap dan berjaga-jaga menghadapi para demonstran di Yangon. Ketika para demonstran mulai berkumpul, polisi dengan cepat membubarkan massa.

“Polisi turun dari mobil mereka dan mulai melemparkan granat kejut tanpa peringatan,” kata Hayman May Hninsi yang bersama sekelompok rekan guru di Yangon.

Melihat granat kejut dileparkan, para demonstran membubarkan diri dan melarikan diri ke gedung terdekat.

“Beberapa guru terluka saat berlari. Kami sedang menilai situasinya dan apakah akan keluar lagi atau tidak,” imbuh Hayman.

Para dokter dan mahasiswa dengan jas lab putih melarikan diri ketika polisi melemparkan granat kejut di luar sekolah kedokteran di Yangon.

Baca Juga  Inflasi Ambon Naik Jadi 3,78 Persen, Wawali Minta TPID Perkuat Langkah Pengendalian

Di Mandalay, polisi menembakkan senjata ke udara, menjebak staf medis yang menggelar aksi protes di sebuah rumah sakit kota, kata seorang dokter di sana melalui telepon.

Polisi dan juru bicara junta militer Myanmar yang berkuasa tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sehari sebelumnya, pada Sabtu (27/2/20210) polisi juga membubarkan demonstrasi dengan kekerasan di seluruh penjuru Myanmar.