Politik Figur dan Demokrasi yang Tak Pernah Dewasa

oleh -47 Dilihat

Prinsip one person, one vote adalah fondasi penting demokrasi modern. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menentukan masa depan bangsanya. Akan tetapi, demokrasi tidak berhenti pada kesetaraan hak memilih. Demokrasi juga menuntut kedewasaan dalam menggunakan hak itu. Sebab, kualitas demokrasi pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh banyaknya suara yang masuk ke kotak pemungutan, tetapi juga oleh kualitas pertimbangan yang melahirkan suara-suara tersebut.

Di sinilah letak tantangan terbesar kita. Demokrasi dapat menghasilkan pemimpin yang hebat apabila masyarakat terbiasa berpikir kritis, menghargai gagasan, dan menguji rekam jejak. Sebaliknya, demokrasi juga dapat melahirkan pemimpin yang biasa-biasa saja apabila pilihan politik lebih banyak digerakkan oleh emosi, identitas kelompok, atau pesona pribadi. Hak memilih memang dimiliki oleh semua warga negara, tetapi kemampuan menilai kualitas kepemimpinan tidak lahir dengan sendirinya. Ia tumbuh melalui pendidikan, pengalaman, tradisi berdiskusi, dan keberanian menggunakan akal sehat di atas fanatisme.

Baca Juga  Ketum FORMAPAS Malut Soroti Proses PAW DPRD Kota Ternate, Minta Semua Tahapan Dihormati

Karena itu, membangun demokrasi tidak cukup hanya dengan menyelenggarakan pemilu yang jujur dan adil. Tetapi tidak kalah penting adalah membangun warga negara yang semakin dewasa dalam memilih. Demokrasi memerlukan pemilih yang bertanya sebelum memuja, yang menguji sebelum mempercayai, dan yang menempatkan kepentingan bangsa di atas kedekatan identitas maupun pesona seorang tokoh.

No More Posts Available.

No more pages to load.