Politik “Transaksional”, Berapa Harga Satu Kursi?

oleh -482 views

(2). Sebagai sarana sosialisasi politik
Dalam proses sosialisasi, parpol berfungsi untuk menyebarluaskan dan menerangkan serta mengajak masyarakat menghayati norma dan nilai politik.

(3) Sebagai sarana rekrutmen politik Parpol juga berfungsi untuk mencari dan mengajak orang yang berbakat dan berkualitas untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik sebagai anggota partai.
 

  1. Politisi yang Berkualitas
    Politisi setidaknya harus memenuhi syarat: kemauan (panggilan hati nurani) untuk mengabdi, integritas, kapabilitas dalam kemampuan kognitif yaitu kemampuan intelektual dalam berpikir dan memecahkan masalah. Kemampuan afektif adalah mengenai sikap, minat, emosi dan nilai hidup. psikomotorik,
    domain psikomotorik dalam taksonomi instruksional adalah lebih mengorientasikan pada proses tingkah laku atau pelaksanaan. Dan terakhir adalah kepercayaan bahwa jabatan merupakan amanah dan pengabdian bukan untuk menumpuk kekayaan.
  2. Pemilih Cerdas
    Karakter pemilih Indonesia telah berubah Selama 20 tahun terakhir pasca reformasi 1998. Penulis mencermati setidaknya ada 4 karakter pemilih. Pertama, pemilih awam; adalah mereka yang tergolong minim informasi mengenal politik, khususnya mengenai pemilu. Sehingga memiliki kecenderungan untuk memilih apa saja. Sehingga kegamangan pilihan bisa saja terjadi.
Baca Juga  Banding Ditolak, Dua Oknum Polisi di Ternate Tetap Dipecat

Kedua, Pemilih Emosional ; adalah pemilih yang kecenderungan memilih figur berdasarkan identitas (keluarga/kerabat), agama, etnis, dan sebagainya. Kategori pemilih ini justru mengacaukan proses kedewasaan berdemokrasi masyarakat dalam proses pemilu dan potensi terjadinya stagnasi sangat mungkin terjadi karena figur yang dipilih bukan lagi karena kualitas dan kompetensi tapi karena hubungan emosional. Jika faktor emosi tidak dikelola secara positif maka kondisi akan berbahaya terhadap sistem demokrasi karena momentum pemilu bukan hanya memilih pemimpin atau wakil rakyat selama 5 tahun ke depan melainkan upaya membangun budaya yang sangat menentukan arah masa depan.

Ketiga, Pemilih rasional; adalah mereka yang secara rasional sadar politik dan bisa mencermati visi, program, mengesampingkan faktor emosional, dan mengedepankan data, komunikasi, juga berdasarkan rekam jejak, bahkan tau persis sepak terjang figur calon dari suatu partai, sehingga bisa berfikir rasional sebelum menjatuhkan pilihan.

No More Posts Available.

No more pages to load.