Porostimur.com – Ambon – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menggelar seminar untuk memfinalkan hasil penelitian terkait potensi pengembangan Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah. Seminar bertajuk Kemajuan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan dana PNBP Tahun Anggaran 2025 itu berlangsung di Marina Hotel, Selasa (18/11), melibatkan para dosen serta mahasiswa.
Riset Berbasis Identifikasi Potensi dan FGD Desa-Desa di Nusalaut
Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Polnam, Dr. Pieter Lourens Frans, ST., MT, menjelaskan bahwa riset ini tidak dilakukan tanpa dasar. Sebelumnya, tim peneliti sudah mengidentifikasi potensi serta merumuskan strategi pengembangan kawasan Nusalaut melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama para kepala desa dari tujuh negeri pada 2024.
“Dan itu sudah diimplementasi untuk Nusalaut. Tinggal penyempurnaan dokumen dan produk untuk selanjutnya dilakukan serah terima kepada pemerintah,” ujar Pieter.
Ia menegaskan, penelitian Polnam tidak sekadar kajian akademik, melainkan riset vokasi yang langsung diarahkan pada pemanfaatan teknologi dan pemberdayaan masyarakat. Untuk wilayah Nusalaut, dua fokus utama yang diangkat adalah penguatan teknologi dan pembentukan kelembagaan masyarakat.
“Untuk pemberdayaan, kelompok sadar wisata sudah dibentuk. Ini harus diresmikan oleh pemerintah. Selain kelembagaan, kita monifasi lagi dengan digitalisasi. Jadi kita bikin aplikasi dan web informasi terkait pariwisata di sana,” jelasnya.









