Porostimur.com, Ambon – Tim peneliti Politeknik Negeri Ambon (Polnam) menemukan potensi ekonomi besar di Kecamatan Tehoru, Kabupaten Maluku Tengah, yang selama ini belum dikelola secara optimal. Penelitian yang berlangsung sejak Agustus hingga November 2025 memetakan kondisi sepuluh negeri di kecamatan ini, yakni Tehoru, Yaputih, Saunulu, Hatu, Hatumete, Moso, Haya, Telutih Baru, Salamahu, dan Piliana.
Kombinasi Potensi Laut dan Darat yang Unik
Dalam laporan penelitian, tim Polnam menyebut Tehoru memiliki kombinasi sumber daya laut dan darat yang jarang dimiliki kecamatan lain di Pulau Seram.
“Dari pesisir hingga pegunungan, masyarakat Tehoru memiliki sumber daya yang sangat kaya, namun struktur pemanfaatannya masih tradisional. Ini membuat nilai ekonomi yang dihasilkan belum maksimal,” ujar tim peneliti.
Di sektor pertanian, komoditas unggulan seperti cengkeh, pala, kelapa, pisang, dan padi ladang tersebar hampir di seluruh negeri. Beberapa masyarakat juga mengembangkan tanaman hortikultura dengan nilai ekonomi tinggi.
Sementara di wilayah pesisir, potensi perikanan meliputi ikan saku, tuna, dan komo, meski aktivitas nelayan sebagian besar masih menggunakan peralatan tradisional sehingga hasil tangkapan belum optimal.
Selain itu, Tehoru juga memiliki destinasi wisata alam yang menjanjikan, seperti Air Panas Tehoru, kawasan Desa Usali, dan lokasi wisata Ninivala di Negeri Piliana. Destinasi ini dinilai memiliki peluang besar untuk menarik wisatawan jika dikelola profesional.









